Senin, 28 Desember 2009

sesal

tuhan,,
kusadari selama ini
aku jauh darimu
bahkan teramat jauh dari syukurmu

tuhan,,
akulah
hambamu yang sombong
hambamu yang selalu congkak di tempat berpijak
akulah
pencipta dosa
akulah
ya
akulah

rasa sesal selalu ada
takkan pernah hilang
menyelimuti jiwa


bandung,2008

sungkawa bukan tawa

Dimanapun engkau sembunyi
kematian dapat menjejak
walau engkau telah berlari
seribu mil dari tempat berpijak

bila ruh telah sampai di kerongkongan
tak satupun yg bisa membopong
kecuali malaikat dan mati
walau setan dan iblis sedang mengaji

untuk sahabat yg sedang sekarat,,,

ratap tangis yang tak digubris

para terpidana menyembelih masalah dengan rupiah
keadilan dibuang kedalam tong sampah
para birokrat semakin serakah
yang punya kuasa semakin gagah
sedangkan kemiskinan semakin merajalela

mereka tak sadar alam sudah renta
mereka tak sadar semuanya adalah fana
mereka tak sadar siksa di depan mata
apa yang ada semuanya akan sirna
yang tertinggal hanyalah dosa

aku hanya bisa tertawa
sebatas akal mampu tertawa
karena sadar dirikupun hina
bahkan berlumuran dosa

para aktivis
berorasi
ustadz dan ustadzah
rajin berceramah
bagiku, semuanya hanya sumpah serapah
karena kusaksi
mereka berpesta pora,berfoya-foya
tak tau diluar sana,
si miskin terlunta-lunta
menggigil di pinggir jalan karena kelaparan

sekarang
kiayi hanya mencari materi
biar tampil di televisi
bukan dari hati
para aktivis tampil bagai selebritis
mereka bangga dengan kata-kata
terbuka mata ketika ada bencana

ya,,,,,,,
aku adalah hamba yang paling hina
kopeah dan sajadah
tak lagi aku jamah
hanya bisa berkata-kata
bahkan sama seperti mereka
tapi aku peduli
bukan pada pemerintah
yang sedang banyak masalah
tapi,
pada si miskin
yang terlunta
terus berjalan walau dengan tertatih
hanya untuk mencari sesuap nasi
yaaaaa,,,,,,
hanya untuk mencari sesuap nasi,,,,
sesuap nasi,,,,


saudaraku,,,
hanya ini yang bisa kupersembahkan,,,



bandung,
111109